Minggu, 25 September 2011

WAKTU = UANG (GAGAL PART I)


16 September 2011 betul betul hari yang berat kawan. Berat dalam arti yang sebenarnya. Sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata penolakan akan begini sakitnya. Jika ada dari kalian yang berpikiran bahwa penolakan ini sama kasusnya dengan remaja remaja yang ditolak cintanya, maka saya sarankan lupakanlah. Tidak. Sepertinya kasus saya lebih berat daripada masalah percintaan percintaan itu. Well, setidaknya menurut saya.
“Saya sudah tutup” jelas teringat kata kata Ibu berkaca mata itu.
“Tapi bu, ini baru lewat 10 menit. Tolong Bu”
“Tapi saya sudah tutup” dia bahkan tidak melihat saya sama sekali
“Bu, tolong. Satu orang lagi. Semua berkasnya sudah siap. Semuanya sudah ada bu. Toloong”
“Kamu ndak dengar ?? saya sudah tutup. Lagian saya sudah print surat pengantarnya. Semua nama-namanya sudah ada. Kamu mau tulis tangan ??
“Tolong bu. Satu orang lagi.” Tahan. Tahan. Saya harus tahan. Tidak boleh ada secuil pun air mata yang jatuh.
“Terserah kamu. Yang penting surat pengantarnya sudah diprint. Kalau kamu mau bikin sendiri ya sudah” ibunya keukuh.
“bu, tadi saya terlambat karena tunggu pengesahan transkrip bu. Petugasnya belum ada. Jadi saya harus tunggu. Tolong bu. Satu orang lagi bu” Ibunya malah pergi. Nyuekin saya, keluar dari ruangan. Hhhh... tahan. Tetap tahan. tidak boleh ada yang jatuh. Bahkan secuil pun. Masih teringat jelas. Saya masih berdiri selama beberapa menit. Saya melihat orang-orang sekitar ruangan TU, berharap ada yang bilang “mungkin saya bisa bantu dek” yang ada malah salah satu staff yang saya tahu niatnya baik  “saya mau bantu dek. Tapi tidak bisa”
Ooh tolong pak. Kata kata anda malah makin menyakitkan. saya keluar dri ruangan. Masih mencoba mencerna kejadian yang saya alami. 5 teman saya memasang tampang “apa yang terjadi ?”. saya betul betul tidak bisa berkata apa apa. Rasanya kalu ada satuuuuu kata saja yang keluar, maka air mata yang tidak boleh jatuh bahkan cuma secuil pun ini akan meledak semua. Saya Cuma bisa memeluk dian yang biasa disapa dara (saya akan menjelaskan kenapa dia bisa dipanggil dara kapan kapan). Dia mengelus ngelus pundak saya. Berusaha menenangkan. Yang lain, anni, mage’, eti, angriyani tampak bersimpati. Setelah tenang baru saya bisa mejelaskan apa yang terjadi didalam kepada mereka. Bagaimana kronologis penolakan itu terjadi. Penolakan yang ironis menurut saya. Kawan, jika kau menganggap ini berlebihan, pikir lagi. Cerita dibaliknya yang membuat saya ingin berteriak. Lebih tepatnya meneriaki Ibu itu. Maaf bu. Tapi ini benar. Dan sepertinya bukan saya satu satunya orang yang ingin berbuat ‘sesuatu’ pada Ibu.
Oke, bagi yang belum jelas, ini soal beasiswa. Pengumumannya ‘sepertinya’ ditempel dimading 3 hari sebelum hari terakhir batas pengumpulan. Karya ilmiah harus dilampirkan sebgai salah satu persyaratannya. Dan, saya bukan orang yang sangat hebat sehingga bisa membuat karya ilmiah dalam tempo sesingkat itu. Selain itu, juga harus ada rekening BNI yang mana saya tidak punya. Maka pada hari itu juga saya menyerah. Besok malamnya saya menelpon Ibu saya dan memberi tahu semuanya tentang beasiswa lengkap dengan persyaratannya yang rada rada. Dia langsung menyuruh saya mengajukan permohonan beasiswa itu. Dengan sangat antusias dia menyuruh saya mengurus semua. Saya pun tidak kalah antusiasnya menjelaskan bahwa memenuhi persyaratan itu dalam waktu kurang dari 3 hari sama gilanya dengan berenang bersama hiu tanpa digigit walaupun itu bukan mustahil. Tapi beliau bersih keras. Dia bahkan menawarkan akan membuat karya ilmiahnya! 2 hari berikutnya betul betul hari yang sibuk. Jeda kuliah yang biasanya saya gunakan untuk makan ataupun sekedar berkumpul dengan teman-teman, saya pakai untuk mengurus segala sesuatunya. Bolak balik kampus-bank. Bolak balik kampus-tempat foto copy. Bolak-balik kampus-tempat print. Bolak balik kelas-ruang akademik. Percayalah. Betul betul sibuk dan merepotkan. Dan ternyata ibuku menyelesaikan karya ilmiahnya. Sepertinya dia dari dulu ingin membuat semacam karya ilmiah, jadi tidak heran dia mebuatnya lumayan rinci dan sistematis. She did it in less than a day !! WAW !!
16 september nya, tepatnya hari jumat. Hari terakhir pengumpulan berkas. Semua sudah siap. Dan ternyata format surat keterangan dn transkrip nilai saya masih salah. Saya cepat cepat mengubah dan lalu memprint ulang tentu saja. Saat itu jam 12 lebih. Orang-orang sudah mulai shalat jumat. Semuanya sudah lengkap. Tinggal menunggu akademik buka setelah shalat jumat dan mendapat pengesahan transkrip. Saya pikir, waktunya masih banyak. Toh di pengumuman itu batasnya 16 september. Jam 3 juga 16 september bukan? Namun teman seperjuangan saya, mage’, bilang bahwa terakhir pengumpulan berkas jam 1. Panik !! saat itu jam 12.15 orang-orang masih shalat jumat.  Akademik buka setelah shalat, insyaAllah akan keburu. 13.02 saya akhirnya mendapat pengesahan. Tapi sayang seribu sayang saudara saudara. bahkan dengan nyaris melupakan harga diri sekalipun, saya tidak berhasil meyakinkan Ibu itu seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya.
               
Kawan, kalau boleh jujur, saya menangis bukan karena saya nyaris menjatuhkan harga diri saya sendiri di depan Ibu ehem kejam ehem itu. Tapi karena Ibu saya yang saya rasa bila saya mendapatkan beasiswa itu, itu adalah beasiswanya. beliau malah mengatakan “ya sudah kamu yang sabar aja. Itu bukan rejeki”. Saya Cuma bisa diam. Saya tau dia adalah orang yang paling kecewa, tapi dia malah yang menenangkan saya. Hah. Berat jadi orang tua kawan. Berat.
Oke, siapa pun yang membuat istilah WAKTU = UANG itu mungkin telah mengalami hal yang berat seperti saya. Tidak sama persis, tapi yaah intinya berat lah. Bagaimana saya memburu waktu dan kembali berpikir, jika saya lebih cepat sedikit, semuanya akan berakhir dengan berbeda.
Cerita ini memang terlihat tidak terlalu penting, tapi cukup untuk merubah hidup saya agar benar benar lebih menghargai waktu.

Rabu, 07 September 2011

Ma First Own Wold

Oke, alhamdulillah dengan bantuan berbagai pihak yakni saudari Nurfitriana dan Puspita Rezki 'Amalyah (maaf kalo spellingnya salah yaaa -___-), akhirnya jadi juga blog ini. I should feel lucky to hame 'em. Mereka guide yang kerweeenn.. hhahahahahah *perezzz dikit ts oke laaaahhh...
well next step nya mau ngedonlod template dn ngerombak isi blog ini biar bisa tambah kinclong dan yang pasti biar bisa menyaingi blog dua guide saya yang itu. AHAHAHAHAHAH *evil laugh

oke mari kita sudahi saja basa basinya yang menurut saya basi sekali ini. well, next step im comiiiinnn' ;D